welcome to blog http://marvelsip.blogspot.com/
welcome to blog

Minggu, 20 Oktober 2019

Sablon bijian

Marveljos olshop menerima sablon bijian minat wa 08992900549
 https://marveljos.files.wordpress.com/2019/08/1555418865vv.jpg?w=768
 

Minggu, 27 Januari 2019

Marveljos olshop editor & screen printing

Marveljos editor dan screen printing adalah usaha yang bergerak dibidang usaha jasa sablon
dan menerima sablon bijian atau lusinan
minat wa 08992900549

Minggu, 28 Juni 2015

Generasi bahagia di Generasi 90 an

Berdasar penelitian beberapa psikolog GENERASI BAHAGIA Itu, generasi kelahiran 1970-1990an... Dan itu adalah kami. Kami adalah generasi terakhir yang masih bermain di halaman rumah yg luas. Kami berlari dan bersembunyi penuh canda-tawa dan persahabatan. Main Petak Umpet, Boy-boynan, gobag sodor, Lompat tali, Masak-masakan, sobyong, jamuran, putri putri Melati tanpa peringatan dari Bpk Ibu. Kami bisa memanfaatkan gelang karet, isi sawo, kulit jeruk, batre bekas, sogok telik mjd permainan yg mengasyikkan.Kami yg tiap melihat pesawat terbang langsung teriak minta uang. Kami generasi yang ngantri di wartel dari jam 5 pagi, berkirim surat dan menanti surat balasan dg penuh rasa rindu. Tiap sore kami menunggu cerita radio Brama Kumbara, berkirim salam lewat penyiar radio. Kamilah generasi yang SD nya merasakan papan tulis berwarna hitam, masih pakai pensil dan rautan yang ada kaca di salah satunya. Kamilah generasi yg SMP dan SMA nya masih pakai papan tulis hitam dan kapur putih. Generasi yang meja sekolahnya penuh dengan coretan kejujuran kami melalui tulisan Tipe-X putih, generasi yang sering mencuri pandang teman sekolah yang kita naksir, kirim salam buat dia lewat temannya dan menyelipkan surat cinta di laci mejanya. pacman emoticon Kami adalah generasi yang merasakan awal mula teknologi gadget komunikasi seperti pager, Komputer Pentium jangkrik 486 dan betapa canggihnya Pentium 1 66Mhz. Kami generasi yang sangat bangga kalau memegang Disket kapasitas 1.44Mb dan paham sedikit perintah Dos dengan mengetik copy, del, md, dir/w/p. Kami adalah generasi yang memakai MIRC untuk chatting dan Searching memakai Yahoo. Generasi bahagia yang pertama mengenal Nintendo, Game wot yg blm berwarna. Generasi kamilah yang merekam lagu dari siaran radio ke pita kaset tape, yang menulis lirik dengan cara play-pause-rewind, dan memanfaatkan pensil utk menggulung pita kaset ya macet, kirim kirim salam ama temen2 lewat siaran radio saling sindir dan bla bla bla, generasi penikmat awal Walkman dan mengenal apa itu Laserdisc, VHS. Kamilah generasi layar tancap Misbar yang merupakan cikal bakal bioskop Twenty One. Kami tumbuh diantara para legenda cinta spt kla Project, dewa 19, padi, masih tak malu menyanyikan lagu Sheila on7, dan selalu tanpa sadar ikut bersenandung ketika mendengar lagu: mungkin aku bukan pujangga, yg pandai merangkai kata. Kami generasi bersepatu Warior dan rela nyeker berangkat sekolah tanpa sepatu kalau sedang hujan. Cupu tapi bukan Madesu. Kami adalah generasi yang bebas, bebas bermotor tanpa helm, yang punya sepeda, sepedanya disewain 200 rupiah /jam,bebas dari sakit leher krn kebanyakan melihat ponsel, bebas manjat tembok stadion, bebas mandi dikali disungai dll, bebas manggil teman sekolah dengan nama bapaknya. Bebas bertanggung jawab. Sebagai anak bangsa Indonesia, Kami hafal Pancasila, Nyanyian Indonesia Raya, maju tak gentar, Teks proklamasi, Sumpah Pemuda, Nama nama para Menteri kabinet pembangunan IV dan Dasadharma Pramuka dan Nama nama seluruh provinsi di Indonesia. Kini disaat kalian sedang sibuk2nya belajar dengan kurikulum mu yg njelimet, kami asik2an mengatur waktu untuk selalu bisa ngumpul reunian dg generasi kami. Betapa bahagianya generasi kami maaf adik2... kalian belajar yg keras ya untuk mendapatkan kebahagian cara kalian sendiri... Salam sayang dari kami.

Rabu, 02 Juli 2014

Nganjuk adalah disebut kota angin, karena nganjuk anginnya kencang yaitu pada bulan2 tertentu karena letak geografis nganjuk yang di apit 2 gunung yaitu gunung wilis dan pegunungan kendeng. Makanan khas nganjuk yang memiliki cita rasa tersendiri yang lebih nikmat, lezat dan mantap mungkin akan mengejutkan Anda untuk pertama kali, tapi banyak orang yang rindu makanan khas nganjuk yang enak setelah mencobanya, seperti nasi pecel,nasi becek,krupuk pecel,dumbleg...dsb jika ke nganjuk rasa akan rugi jika mampir tidak mencobanya kuliner kota angin ini.

Senin, 30 Juni 2014

Kekayaan kuliner nganjuk

“Seribu satu menu sejuta rasa”. Itulah kekayaan kuliner yang dimiliki kota nganjuk. Banyak orang mengunjungi kota nganjuk untuk memanjakan lidah mereka. Selera makan Anda akan dibuai manja dengan apa yang ditawarkan kota ini. Berbagai jenis makanan dan tempat makan tersebar di berbagai sudut kota dalam balutan suasana yang nyaman karena nganjuk di sebut kota angin sehingga masakannya mempunyai cita rasa tersendiri. Mulailah petualangan dengan tidak ragu mencicipi jajanan di kota nganjuk yang memiliki cita rasa yang mantap ini

Senin, 16 Juni 2014

NASI GORENG SPESIAL MAS TRISNO NGANJUK

Nasi goreng mas trisno yang terletak di Desa Sukorejo Loceret kabupaten nganjuk tepatnya di jalan merapi 1 ada sebuah warung yang menyediakan menu nasi goreng istimewa dengan rasa yang nikmat dan menggigit lidah, Warung nasi goreng mas trisno ini telah membuka usahanya sudah lama. , nasi goreng menjadi menu paling istimewa. Ya, makanan tradisional khas ini menjadi primadona yang banyak disukai pelanggan. Keistimewaan nasi goreng mas trisno ini terletak pada rasanya yang mantap dan lezat di lidah. Rasa nasi goreng terasa cukup pedas dan menggigit lidah. Bagi penikmat nasi goreng, nasi goreng mas trisno ini termasuk dalam jajaran nasi goreng yang layak untuk dinikmati bagi pecinta nasi goreng. Warung nasi goreng mas trisno yang menghadap ke barat ini memang sudah cukup terkenal di kota nganjuk.

Selasa, 10 Juni 2014

Berwisata kuliner nganjuk


Mengunjungi kota nganjuk untuk berlibur tentu tak selalu soal tempat wisata. Berburu kuliner khas nganjuk menjadi hal yang wajib dicoba sebab banyak makanan lezat yang tak semuanya bisa di temui di kota lain. Jika ke nganjuk untuk menghabiskan waktu liburan? Ini memang pilihan yang tepat sebab nganjuk tak hanya menjanjikan berbagai tempat menarik, tetapi juga kuliner khas yang menggoda. Ya, di salah satu kota di Jawa Timur ini, Anda bisa menemukan beberapa santapan populer yang tak asing lagi di telinga masyarakat nganjuk. Makanan-makananini memiliki citarasa tersendiri sehingga banyak diburu para wisatawan sebelum meninggalkan kota nganjuk. Seperti nasi becek,nasi pecel khas nganjuk,krupuk pecel,dumbleg,onde2 njeblos...dsb
*. Nasi becek, sejenis gulai kambing yang memiliki rasa khas dengan penambahan irisan daun jeruk nipis.
*. Dumbleg, sejenis dodol yang terbuat dari ketan. Makanan ini hanya ada pada hari-hari tertentu di Pasar Gondang (tiap Pasaran Pon) dan Pasar Rejoso (tiap pasaran kliwon).
*.Onde-onde Njeblos, semacam onde-onde tapi tidak berisi. Berbentuk seperti bola yang ditaburi wijen. *.Nasi Pecel: menu nasi dengan sayur (kulup) kangkung, toge, kacang panjang, kembang turi dll disiram dengan kuah sambal kacang dengan ciri khas pedas dan disertai tempe, tahu goreng serta rempeyek yang renyah yang banyak di jumpai hampir semua sudut kota nganjuk.
*.Nasi Tumpang, seperti halnya nasi pecel namun ada menu tambahan berupa sayur (sambal) tumpang, yg terbuat dari tempe "busuk" (tempe difermentasikan) yang dimasak dengan bumbu lain yang rasanya gurih dan pedas.
*.dan makanan kuliner khas nganjuk lainya

Berwisata kuliner nganjuk

Mengunjungi kota nganjuk untuk berlibur tentu tak selalu soal tempat wisata. Berburu kuliner khas nganjuk menjadi hal yang wajib dicoba sebab banyak makanan lezat yang tak semuanya bisa di temui di kota lain. Jika ke nganjuk untuk menghabiskan waktu liburan? Ini memang pilihan yang tepat sebab nganjuk tak hanya menjanjikan berbagai tempat menarik, tetapi juga kuliner khas yang menggoda. Ya, di salah satu kota di Jawa Timur ini, Anda bisa menemukan beberapa santapan populer yang tak asing lagi di telinga masyarakat nganjuk. Makanan-makananini memiliki citarasa tersendiri sehingga banyak diburu para wisatawan sebelum meninggalkan kota nganjuk. Seperti nasi becek,nasi pecel khas nganjuk,krupuk pecel,dumbleg,onde2 njeblos...dsb *. Nasi becek, sejenis gulai kambing yang memiliki rasa khas dengan penambahan irisan daun jeruk nipis. *. Dumbleg, sejenis dodol yang terbuat dari ketan. Makanan ini hanya ada pada hari-hari tertentu di Pasar Gondang (tiap Pasaran Pon) dan Pasar Rejoso (tiap pasaran kliwon). *.Onde-onde Njeblos, semacam onde-onde tapi tidak berisi. Berbentuk seperti bola yang ditaburi wijen. *.Nasi Pecel: menu nasi dengan sayur (kulup) kangkung, toge, kacang panjang, kembang turi dll disiram dengan kuah sambal kacang dengan ciri khas pedas dan disertai tempe, tahu goreng serta rempeyek yang renyah yang banyak di jumpai hampir semua sudut kota nganjuk. *.Nasi Tumpang, seperti halnya nasi pecel namun ada menu tambahan berupa sayur (sambal) tumpang, yg terbuat dari tempe "busuk" (tempe difermentasikan) yang dimasak dengan bumbu lain yang rasanya gurih dan pedas. *.dan makanan kuliner khas nganjuk lainya

Jumat, 09 Mei 2014

Nasi pecel ibu Por sukorejo

Nasi Pecel merupakan hidangan khas Jawa Timur yang banyak ditemui di setiap kota maupun pedesaan. Bahkan keberadaannya menjadi daya tarik utama kuliner di salah satu kota di Jawa Timur. sebutlah nama kota nganjuk yang menjadi salah satu kota yang memiliki daya tarik berupa hidangan pecel yang terkenal dengan nama Pecel khas nganjuk. Pecel khas nganjuk ini sebenarnya sama seperti dengan pecel di daerah lain di Jawa Timur, hanya lidah yang dapat membedakannya. Warung Nasi Pecel ibu por beralamat di jalan merapi 1 desa sukorejo kec loceret kab. Nganjuk. Menyediakan menu utama berupa nasi Pecel. Di nganjuk sendiri, banyak warung dan rumah makan Pecel nganjuk yang cukup terkenal. Kali ini kami menyempatkan mampir untuk mencicipi nasi pecel di Warung Nasi Pecel ibu pur. Pertama-tama nasi ditaruh pada bagian paling bawah kemudian dibagian atasnya disusun rebusan sayuran dan terakhir disiram dengan sambal pecel. Rebusan sayuran yang digunakan biasanya bayam, tauge, kacang panjang, kemangi, daun turi, krai (sejenis mentimun) dan lain-lain. Tidak lupa sepotong peyek kacang ditambahkan untuk melengkapi rasa Nasi Pecel.Rasa Nasi Pecel ibu pur ini cukup gurih, lezat, dan sedikit pedas. Bumbu sambel pecel di warung ini memang sedikit lebih pedas dibandingkan dengan warung nasi pecel yang lain. Meski demikian orang yang tidak menyukai rasa pedas masih nyaman untuk menikmatinya. Komposisi sayuran rebus yang disajikan secara segar cukup berimbang dan tidak ada dominasi jenis sayuran tertentu.dengan bahan bumbu pilihan dan diolah dengan cara tradisional dengan racikan yang diwariskan turun temurun membuat warung nasi pecel ibu pur ini menjadi pilihan para pelanggan yang selalu menyempatkan diri makan disini atau di bungkus dibawa pulang.

Nasi pecel ibu Damini sukorejo

Kamis, 01 Mei 2014

Kuliner Nasi pecel Nganjuk ibu Damini

Nasi Pecel ibu damini Sukorejo
Desa Sukorejo kec. Loceret kab. nganjuk tepatnya di Dusun njajar jalan Merapi 1 ada sebuah warung yang menyediakan menu nasi pecel/sego pecel istimewa dengan rasa sambal yang pedas dan menggigit lidah, Warung nasi pecel milik ibu damini ini sudah tahunan sudah ada, nasi pecel menjadi menu paling istimewa. Ya, makanan tradisional khas ini menjadi primadona yang banyak disukai pelanggan.
Keistimewaan nasi pecel ibu damini/mbok damini ini terletak pada rasa sambalnya. Rasa sambal pecelnya terasa cukup pedas dan menggigit lidah. Bagi penikmat nasi pecel, sambal pecel buatan ibu damini ini juga termasuk dalam jajaran sambal yang layak untuk dinikmati. Memang, sambal pecel itu dibuat sendiri langsung oleh ibu damini .Sambel pecel ibu damini ini terasa cukup nikmat dan lezat. Bahan kacang yang dihaluskan dan bercampur dengan gula kelapa ,cabe, garam dan bumbu-bumbu lainnya itu terasa pas ketika tercecap di lidah kita. Tingkat kekentalan pada sambel pecelnya juga meninggalkan cita rasa yang mantap.
Warung nasi pecel ibu damini yang menghadap ke barat ini memang sudah cukup terkenal. jika lewat tidak mampir untuk mencobanya akan rugi. Nasi Pecel makanan khas nganjuk yang terbuat dari rebusan sayuran berupa bayam, tauge, kacang panjang, kemangi, daun turi, krai (sejenis mentimun) atau sayuran lainnya yang dihidangkan dengan disiram sambal pecel, Bahan utama dari sambal pecel adalah kacang tanah dan cabe rawit yang dicampur dengan bahan lainnya seperti daun jeruk purut, bawang, asam jawa, merica dan garam. Pecel sering juga dihidangkan dengan rempeyek kacang, rempeyek udang atau lempeng beras.Makanan tradisional nasi pecel amat akrab dengan masyarakat nganjuk. Biasanya, mereka yang keluar dari kampungnya ingin merasakan kembali nikmatnya nasi pecel khas nganjuk.

Rabu, 19 Maret 2014

Kerupuk Pecel ibu Penik sukorejo

Pecel kerupuk ibu penik Sukorejo Desa Sukorejo Loceret kab nganjuk tepatnya di Dusun Besuk ada sebuah warung yang menyediakan menu pecel istimewa dengan rasa sambal yang pedas dan menggigit lidah, Warung pecel milik ibu penik ini sudah tahunan sudah ada. Jenis pecelnya pun cukup bervariasi. Dari pecel sayur, pecel krupuk. Dari sekian menu pecel itu, pecel krupuk menjadi menu paling istimewa. Ya, makanan tradisional khas ini menjadi primadona yang banyak disukai pelanggan. Keistimewaan pecel krupuk ibu penik ini terletak pada rasa sambal pecelnya. Rasa sambal pecelnya terasa cukup pedas dan menggigit lidah. Bagi penikmat pecel, sambal pecel buatan ibu penik ini termasuk dalam jajaran sambal yang layak untuk dinikmati. Memang, sambal pecel itu dibuat sendiri langsung ibu penik. Warung pecel ibu penik yang menghadap ke selatan ini memang sudah cukup kondang . Dengan porsi yang tidak terlalu banyak tapi murah. Tapi bila Anda kehausan atau merasa kepedasan, segelas es rujak bisa mejadi penawar yang menyejukkan. Apalagi sejuknya angin menambah kian nyaman atmosfer warung ini. Rumah ibu penik pun cukup strategis di pertigaan jalan tepi jalan yang menghubungkan Desa Tanjungrejo ke arah utara dan Desa kwagean ke arah timur. Tak heran, bila banyak pelanggan yang suka mampir di warung ibu penik. Tapi tampaknya, untuk mendapatkan sepiring pecel krupuk, para penikmat pecel harus rela antri.

Rabu, 25 September 2013

Prosesi larung sesaji siraman di sedudo

Pemkab Nganjuk melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Nganjuk menggelar siraman di objek wisata air terjun Sedudo beberapa waktu lalu. Dalam acara tersebut, ratusan pengunjun...g berjubel ingin melihat langsung prosesi siraman. "Ini memang menjadi agenda tahunan bagi Pemkab Nganjuk. Makanya harus terus dipertahankan agar daya tarik air terjun Sedudo bisa tetap terjaga," kata Abdul Wakid, Kabag Humas Pemkab Nganjuk.

Prosesi siraman diawali dengan tabur bunga bunga di tengah-tengah objek wisata air terjun sedudo yang dilakukan Wakil Bupati Nganjuk KH Abdul Wachid Badrus (Gus Wachid). Usai menabur bunga, Gus Wahid pun melarung sesaji ke tengah-tengah area air terjun sedudo. "Ini sebagai pertanda kalau Pemkab Nganjuk selalu memperhatikan air terjun sedudo sebagai tempat wisata andalan di Kabupaten Nganjuk," jelas Gus Wachid.

Gus Wachid mengungkapkan, air terjun sedudo memang menjadi objek wisata paling ternama di Kabupaten Nganjuk. "Nama sedudo telah dikenal hingga luar daerah. Jadi kalau ada prosesi siraman, kami rasa itu bisa menambah daya tarik pengunjung," katanya. Bukan hanya mengikuti prosesi siraman, Gus Wachid pun ikut mandi di bawah air terjun sedudo bersama masyarakat. "Katanya kalau mandi bisa membuat awet muda," ucapnya. Karena itulah, kata Gus Wachid, dirinya mengajak masyarakat untuk mandi bersama di
air terjun sedudo.

Sementara, ritual Siraman Sedudo kali ini berlangsung meriah dan sakral. Kemasan tari Bedhayan Amek Tirta semakin menambah kesakralan prosesi. Tari itu sendiri merupakan penggambaran rasa wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Tari ini dibawakan oleh lima penari cantik. Sedangkan di belakangnya siap sepuluh gadis berambut panjang siap dengan klentingnya dan lima perjaka yang siap mengambil air (amek tirta) dari gerojogan Sedudo. Para penari tersebut, menari sambil membawa klenthing, Sedang, penggarapan tari ditangani oleh para seniman muda, yaitu Kokok Wijanarko, S.Sn, bersama istrinya, Ratri Mulyandari.
Sebelum pertunjukan tari dimulai, seorang penunjuk jalan (cucuk lampah) telah memandu jalan menuju air terjun Sedudo. Di belakang berderet lima sesepuh membawa dupa dan sesaji disusul para putri domas, lima penari Bedhayan, dan paling belakang terdiri dari 10 gadis berambut panjang dan 5 perjaka tampan. Yang menambah suasana menjadi sakral adalah aroma harum yang keluar dari kepulan asap dupa. Ini pertanda prosesi benar-benar dimulai, saat spriritualist, Ki Suprapto HS, membacakan mantra-mantra sambil membakar dupa menghadap ke guyuran air terjun Sedudo. Selanjutnya diikuti ritual larung sesaji ke dalam air Sedudo oleh Bupati Nganjuk. Setelah usai, mereka bersama-sama kembali menuju persiapan pertunjukan tari Amek Tirta. Di akhir pertunjukan tari, Bupati Nganjuk menyerahkan klenthing ke sepuluh gadis berambut panjang sebagai pertanda proses ritual Amek Tirta dilaksanakan.
Semua harus turun di bawah guyuran air terjun sedudo, yang konon memiliki kekuatan magis dapat menjadikan orang yang mandi awet muda. Saat itu, para ritual yang menenteng 'klenthing' hanya sekadar mengisi air sedudo yang mengguyur. Kendati harus berbasah-basah, para gadis cantik bertubuh ideal tersebut harus rela demi mendapatkan 'tirta amerta.'
Juga menurut mitosnya, gadis dan perjaga yang mengambil 'tirta amerta' ini harus masih suci, untuk menggambarkan bahwa air yang diambil juga benar-benar masih suci. Untuk itu tidak sembrang gadis dapat mewakili dalam proses sakral ini. Bila mitos ini dilanggar, menurut kepercayaan warga setempat dapat mendatangkan 'sengkala' (bahaya-red).
Lazimnya, tirta amerta yang dipercaya memiliki kesucian ini, biasa digunakan untuk berbagai keperluan yang berkaitan dengan kegiatan ritual seperti jamasan pusaka, upacara ruwatan, wisuda waranggana, dan sebagainya. Usai upacara selesai dilanjutkan mandi bersama para pengunjung dan tamu undangan berebut masuk ke pemandian air terjun Sedudo.
Menurut sejarahnya, sebenarnya upacara siraman ini tidak ada. Kendati pun kepercayaan masyarakat tentang mandi air di Sedudo ini sudah turun-temurun – sejak nenek moyang kita. Baru sekitar tahun 1987, prosesi garapan tari dikemas sebagai kalender budaya dan berlangsung hingga sekarang.
Hal yang sama disampaikan Lies Nurhayati, Kepala Disparbuda Nganjuk, objek wisata Sedudo merupakan objek wisata handalan yang potensinya tidak kalah dari daerah lain. Untuk itu, lanjutnya, dia berharap kepada semua agar mendukung program pemerintah Nganjuk dalam bidang pariwisata. Selain itu, Lies Nurhayati juga berharap obyek wisata Air Terjun Sedudo bisa menarik pengunjung dan meningkatkan pendapatan asli daerah, sehingga Kabupaten Nganjuk akan mampu menjadi salah satu daerah tujuan wisata di Jawa Timur hingga manca Negara. Untuk itu dia berpesan agar semua pihak, terutama yang berada di sekitar lokasi objek wisata bisa ikut menjaga dan melestarikan lingkungan.

Tari tayub Nganjuk

Di Kabupaten Nganjuk terletak sebuah padepokan kesenian tradisional yaitu padepokan kesenian tayub, yang lebih jelasnya berada di Desa Ngrajek, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk.
Desa Ngrajek, Kecamatan Tanjunganom, Kabupa...ten Nganjuk, Jawa Timur merupakan daerah pedesaan yang masih asri. Di daerah tersebut para penduduknya masih memegang teguh adat istiadat setempat. Mereka masih sangat menghargai alam dan sangat mencintai kesenian. Jika kita memasuki desa tersebut kita akan merasakan hawa seni yang sangat kental. Para penduduk di desa tersebut sangatlah ramah tamah dengan orang lain. Berbeda dengan masyarakat perkotaan yang sering kali bersifat individualis, bahkan tidak jarang masyarakat perkotaan tidak mengenali siapa yang menjadi tetangganya.
Setiap harinya para warga di Desa Ngrajek beraktivitas seperti masyarakat biasanya, sehingga desa tersebut tidak terlihat sebagai pusat kesenian tayub di Kabupaten Nganjuk. Akan tetapi jika ada hari-hari besar atau ada warga yang memiliki hajat desa tersebut pasti diramaikan dengan kesenian tayub. Terlebih jika bulan jawa atau bulan syuro tiba, desa tersebut akan sangat ramai oleh para pendatang dari desa lain bahkan dari kota lain dikarenakan pada bulan tersebut bertepatan dengan acara wisuda para waranggono yang sudah menjadi agenda tahunan di Kabupaten Nganjuk.
Tari Tayub atau acara Tayuban. merupakan salah satu kesenian Jawa yang mengandung unsur keindahan dan keserasian gerak. Tarian ini mirip dengan tari Jaipong dari Jawa Barat. Unsur keindahan diiikuti dengan kemampuan penari dalam melakonkan tari yang dibawakan. Tari tayub mirip dengan tari Gambyong yang lebih populer dari Jawa Tengah.
Tarian ini biasa digelar pada acara pernikahan, khitan serta acara kebesaran misalnya hari kemerdekaan Republik Indonesia. Perayaan kemenangan dalam pemilihan kepala desa, serta acara bersih desa. Anggota yang ikut dalam kesenian ini terdiri dari sinden, penata gamelan serta penari khususnya wanita. Penari tari tayub bisa dilakukan sendiri atau bersama, biasanya penyelenggara acara (pria). Pelaksanaan acara dilaksanakan pada tengah malam antara jam 9.00-03.00 pagi. Penari tarian tayub lebih dikenal dengan inisiasi ledhek. tari tayub merupakan tarian pergaulan yang disajikan untuk menjalin hubungan sosial masyarakat. beberapa tokoh agama islam menganggap tari tayub melanggar etika agama , Dikarenakan tarian ini sering dibarengi dengan minum minuman keras. pada saat menarikan tari tayub sang penari wanita yang disebut ledek mengajak penari pria dengan cara mengalungkan selendang yang disebut dengan sampur kepada pria yang diajak menari tersebut. Sering terjadi persaingaan antara penari pria yang satu dengan penari pria lainnya, persaingan ini ditunjukkan dengan cara memberi uang kepada Tledek (istilah penari tayub wanita). Persaingan ini sering menimbulkan perselisihan antara penari pria.
Kesenian tayub yang pada zaman dahulu sempat masyhur diseluruh wilayah di Provinsi Jawa Timur, kini tak lagi dikenal oleh banyak kalangan masyarakat. Kesenian yang mengakar berabad-abad di Nganjuk itu harus bersaing keras dengan perkembangan era pertunjukan. Acara hajatan yang dulu selalu di meriahkan dengan tarian para waranggono kini telah kalah dengan panggung-panggung dangdut ataupun layar tancap yang menampilkan hiburan yang lebih menarik.
Mulai redupnya kesenian tayub banyak disebabkan karena, citranya yang dikenal identik dengan keburukan akibat para penikmat seni tayub yang menikmatinya dengan cara yang kurang sopan disertai dengan minum minuman keras. Untuk memperbaiki citra tayub, didirikan organisasi yang dapat memayungi kesenian tayub di Nganjuk. Didalam organisasi tersebut, selain diberikan pelajaran beragam gerak tari, para waranggono diberi pembinaan untuk mengikis tindakan tercela dari para penikmat seni tayub yang biasanya menyertai setiap pertunjukan tayub. Sebenarnya banyak gadis di Kabupaten Nganjuk yang ingin ikut dalam kesenian tayub sebagai waranggono. Para gadis tersebut sangat tertarik dengan kesenian tayub, selain karena ingin melestarikan dan mengembalikan kejayaan seni tayub seperti dahulu, mereka juga sangat tertarik dengan hasil yang akan mereka peroleh kelak jika mereka telah manggung atau pentas. Dalam sekali pentas para waranggono bisa mendapatkan honor hingga ratusan ribu rupiah, itupun belum termasuk uang hasil saweran para tamu yang menikmati tarian dari para waranggono.
Akan tetapi sekarang ini banyak orang tua yang melarang anak gadisnya yang ingin menjadi waranggono. Para orang tua takut dikarenakan kesenian tayub banyak dikenal masyarakat sebagai kesenian yang jauh dari kebaikan. Sehingga para gadis mengurungkan niatnya untuk menjadi waeanggono dalam kesenian tayub. Sehinga berakibat mundurnya kesenian tayub karena semakin tahun jumlah waranggono semakin berkurang.
Kesenian atau kebudayaan dalam kehidupan masyarakat merupakan suatu unsur yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Karena dengan kebudayaan atau kesenian tersebut kehidupan manusia tidak terlihat monoton. Begitu juga dengan kabupaten Nganjuk yang dahulu sempat masyhur dengan kesenian tayubnya. Tetapi bagaimanakah pandangan banyak kalangan tentang kesenian tayub tersebut.
Para masyarakat umumnya memandang kesenian tayub dari sisi negatifnya. Dan bukan salah merekalah jika mereka memandang seni tayub seperti itu. Semua itu disebabkan karena, para tamu atau para penikmat seni tayub seringkali menikmatinya dengan mabuk-mabukan serta tidak jarang mereka melecehkan para waranggono yang sedang menari diatas panggung. Terlebih-lebih dalam pandangan kam muslim. Dalam kesenian tayub terdapat aksi saweran dan meminum minuman yang memabukkan. Padahal, saweran sebenarnya adalah pemberian uang kepada waranggono oleh seseorang setelah menari bersama. Pemberian atau saweran ini dilakukan sebagai ucapan terima kasih kepada waranggono atas kesempatan untuk menari bersamanya. Nilai dan jumlah saweran tidak ditentukan, tergantung kemampuan si penyawer. Namun, cara pemberiannya yang dilakukan saat saweran itulah yang dipandang negatif oleh halayak umum. Saweran biasanya diberikan dengan cara diselipkan pada dada waranggana. Bisa pada bagian luar atau bahkan juga ada yang menyelipkannya lebih dari itu. Tentunya, pemberi saweran memiliki niat yang negatif terhadap para waranggono
Manusia sebagai makhluk Tuhan yang memiliki rasa seni yang tinggi tidak akan pernah lepas dari apa yang namanya kebudayaan ataupun kesenian. Dalam hal ini bagi masyarakat Nganjuk, sebuah kabupaten kecil di Provinsi Jawa Timur yang masih banyak warganya memegang teguh kesenian mereka, yaitu kesenian tayub.
Kesenian tayub merupakan seni tari yang mempertontonkan lekak-lekuk tubuh penarinya. Bagi para gadis yang ingin menjadi waranggono, mereka harus melewati beberapa syarat dahulu sebelum mereka diwisuda. Barlah setelah di wisuda mereka akan mendapatkan surat izin untuk menjadi seorang waranggono.

Sejarah kapten Kasihin

Desa Kedungombo, Warujayeng dijadikan markas oleh Yon 22/Sriti Kompi II pada masa-masa perang kemerdekaan. Di bawah pimpinan Kapten Kasihin sebagai pimpinan Kompi II, desa ini memiliki arti strategis militer tersendi...ri jika dibandingkan dengan desa lain. Sebab secara geografis letak desa Kedungombo berada di tengah-tengah antara posisi pos-pos militer Belanda dan posisi kompi Yon 22/Sriti. Posisi desa lebih terlindung dan baik untuk pertahanan. Sehingga untuk kepentingan perhubungan dan koordinasi relatif lebih mudah dan cepat.

Desa Kedungombo menjadi daerah basis militer yang ada di sebelah barat sungai Brantas. Beberapa kesatuan lain seperti Seorti CPM, Yon 38 Resimen 34 Surabaya (Marinir), Barisan M, Barisan Rahasia (BARA), dan Batalyon Pancawati (tidak menetap) juga mehetapkan Kedungombo sebagai pusat strategi. Mereka menempati rumah-rumah penduduk setempat yang memungkinkan mereka tempati sebagai markas perjuangan.

Sementara Kapten Kasihin, Letnan Siswohandjojo dan Letnan Joesoef di rumah Bapak Poerwodiharjo Para pejabat pemerintahan Kabupaten Nganjuk ketika itu juga ada disana. Seperti Bupati Nganjuk Mr. Gondowardojo dan Patih Djojokoesoemo di rumah Bapak H. Nur. Wedana Anam di rumah Bapak Dipo dan Camat Afandi di Rumah Bapak Djojosoemarto.

Selama perang gerilya perbekalan sangat sulit untuk dikirim dari markas ke tempat perjuangan. Termasuk di desa Kedungombo juga tidak pernah dikirimi perbekalan. Oleh sebab itu semua kebutuhan dicukupi penduduk setempat, termasuk bahan makanan dan pakaian.

Sedangkan amunisi dan bahan peledak tetap dikirim dari kesatuan. Peran penduduk sangat menentukan dalam perjuangan bangsa. Mereka tidak hanya menyediakan tempat dan makanan, tetapi juga menjadi pelaku langsung dalam setiap perjuangan. Hal ini dibuktikan bahwa yang gugur dalam pertempuran di Kedungombo tidak hanya yang tercatat sebagai tentara resmi, tetapi juga penduduk sipil setempat.

Kira-kira pukul 09.00 WIB Kapten Kasihin bersama dengan pengawalnya yang bernama Susah berjalan dari selatan (Tawangrejo) menuju ke arah utara. Baru berjalan beberapa ratus meter mendapat laporan dari seorang mata-mata Republik, bahwa Belanda sudah berada di Balai Desa (berjarak lebih kurag 600 meter dari tempatnya). Mendapat laporan demikian Kasihin tidak menghiraukannya dan terus berjalan ke arah utara.

Beberapa menit kemudian terdengar beberapa kali tembakan di pertigaan gang utara SDN Kedungombo I dan ternyata Kapten Kasihin terkena tembakan. Walaupun sudah tertembak ia berusaha lari ke arah timur sejauh lebih kurang 1 km dan masuk ke dalam rumah seorang penduduk di Tawangsari (rumah Bapak Rasio). Di rumah ini Kapten Kasihin mendapat perawatan tuan rumah sekitar 30 menit, sebelum Belanda menemukannya. Belanda yang mengetahui ada orang tertembak terus mengejarnya dan akhirnya menemukan Kapten Kasihin diturunkan di lantai dan kemudian dibunuh di tempat itu juga, sekitar pukul 09.30 WIB.

Menurut penuturan Ibu Parmi (istri Rasio) yang waktu itu di rumah hanya bersama dua orang anaknya yang masih kecil (satu masih digendong), bahwa Kapten Kasihin sebelum diketemukan Belanda sempat minta minum. Saat akan diberi minum itulah Kasihin mengucapkan kata-kata yang terakhir …. .. : Nggih ngeten niki Bu lhae nglabuhi negeri. ….. (Ya begini inilah, Bu, membela negara).

Setelah dibunuh, Kapten Kasihin ditinggalkan begitu saja oleh Belanda (menurut Ibu Parmi ketika Belanda mengetahui bahwa yang dibunuh berpangkat Kapten, mereka kemudian hormat kepada jenazah Kapten Kasihin. Tanda kepangkatan dilepas dan dibawanya). Jenazah Kapten Kasihin kemudian oleh para pejuang bersama rakyat dibawa ke rumah Kepala Desa untuk diberi penghormatan dan setelah itu dimakamkan di makam Kedungombo di dekat makam Kopral Banggo yang sudah dulu gugur di Desa Josaren Kecamatan Tanjung Anom.

Untuk mengenang jasa Almarhum Kapten Kasihin, sekarang ini di alun-alun Kabupaten Nganjuk berdiri kokoh monumen Kapten Kasihin menghadap ke arah selatan Jl. Ahmad Yani.

Sabtu, 14 September 2013

DAERAH SUKOMORO NGANJUK PENGHASIL BAWANG MERAH

pernah main ke sukomoro nganjuk? Di daerah ini juga di kenal sebagai sentral bawang merah. Tidak di pungkiri juga sukomoro nganjuk merupakan daerah penghasil bawang merah ke dua setelah brebes jawa tengah. Setiap hari transaksi di pasar sukomoro seakan tak pernah sepi. Lebih lebih pada bulan juli sekarang ini. Hasil bumi seperti lombok (cabe) dan bawang merah (brambang) melimpah ruah. Tentu saja akan berpengaruh terhadap harga barang tersebut.Karena barang yang tersedia lebih banyak dari jumlah konsumen atau minat beli nya. Di sukomoro nganjuk sebagai penghasil bawang merah terdapat jenis bawang merah antara lain bauji, philipin, thailand, dll. Harga juga tergantung besar kecilnya bawang merah. Karena ada sentir, tanggung, dan super (gede). Untuk brambang gedengan atau iket, mungkin lebih mahal dari yang super walaupun bentuknya kecil. Karena bisa tahan lama cocok untuk oleh oleh di kampung.

Mayoritas pekerjaan atau kegiatan masyarakat di sukomoro nganjuk adalah petani dan pedagang bawang merah (brambang). Tak heran jika di sebut sentra bawang merah terbesar di jawa timur. Lokasi di utara jalan raya madiun - surabaya ataupun sebaliknya. Sering juga di buat ajang kampanye para pejabat ataupun sekedar mencari dukungan. Antara lain eko patrio, vita kdi, pak karwo, megawati dan lain lain. Biasanya bulan juni sampai november ramai transaksi jual beli karena tepat waktu panen raya. Dan harga tentunya lebih miring dari bulan sebelumnya.

Nah bagi anda yang kebetulan melewati nganjuk tidak ada salahnya mampir dan membeli bawang merah di sukomoro sekedar buat oleh oleh buat keluarga di rumah. Untuk bumbu masak ataupun di jual kembali.

sumber artikel dari http://arieftewe.mywapblog.com/daerah-penghasil-bawang-merah.xhtml

Senin, 10 Juni 2013

Pecel kerupuk besuk Mbok Nem Sukorejo

Pecel Krupuk Besuk , Sambalnya Asli Ditumbuk

Desa Sukorejo , Loceret tepatnya di Dusun Besuk ada sebuah warung yang menyediakan menu pecel istimewa dengan rasa sambal yang pedas dan menggigit lidah, Warung pecel milik Mbok Nem ini sudah buka sejak puluhan tahun lalu. Jenis pecelnya pun cukup bervariasi. Dari pecel sayur, pecel tahu dan pecel krupuk. Dari sekian menu pecel itu, pecel krupuk menjadi menu paling istimewa. Ya, makanan tradisional khas ini menjadi primadona yang banyak disukai pelanggan.

Keistimewaan pecel krupuk Mbok Nem ini terletak pada rasa sambal pecelnya. Rasa sambal pecelnya terasa cukup pedas dan menggigit lidah. Bagi penikmat pecel, sambal pecel buatan Mbok Nem ini termasuk dalam jajaran sambal yang layak untuk dinikmati. Memang, sambal pecel itu dibuat sendiri langsung oleh tangannya Mbok Nem dengan cara tradisional yakni dideplok (ditumbuk).

Warung pecel Mbok Nem yang menghadap ke timur ini memang sudah cukup kondang di Kabupaten Nganjuk. Dengan porsi yang tidak terlalu banyak tapi murah. Tapi bila Anda kehausan atau merasa kepedasan, segelas es rujak bisa mejadi penawar yang menyejukkan. Apalagi sejuknya angin menambah kian nyaman atmosfer warung ini.

Rumah Mbok Nem pun cukup strategis di tepi jalan yang menghubungkan Desa Tanjungrejo dengan Desa Sukorejo , Loceret . Tak heran, bila banyak pelanggan suka mampir di warung yang buka mulai jam 9 pagi ini. Tapi tampaknya, untuk mendapatkan sepiring pecel kupuk, para penikmat pecel harus rela antri. Saking ramainya, tak sampai jam 1 siang Mbok Nem harus membongkar kembali dagangannya.

Minggu, 19 Mei 2013

Candi Ngetos

Candi Ngetos adalah Candi Hindu yang berada di Ngetos, Nganjuk, Jawa Timur. Candi ini didirikan pada abad ke-15 pada zaman kerajaan Majapahit.

Letak Geografis dan Wujud Fisik

Candi Ngetos terletak di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, sekitar 17 kilometer arah selatan kota Nganjuk. Bangunannya terletak ditepi jalan beraspal antara Kuncir dan Ngetos. Menurut para ahli, berdasarkan bentuknya candi ini dibuat pada abad XV (kelimabelas) yaitu pada zaman kerajaan (Majapahit). Dan menurut perkiraan, candi tersebut dibuat sebagai tempat pemakaman raja Hayam Wuruk dari Majapahit. Bangunan ini secara fisik sudah rusak, bahkan beberapa bagiannya sudah hilang, sehingga sukar sekali ditemukan bentuk aslinya.
Berdasarkan arca yang ditemukan di candi ini, yaitu berupa arca Siwa dan arca Wisnu, dapat dikatakan bahwa Candi Ngetos bersifat Siwa–Wisnu. Kalau dikaitkan dengan agama yang dianut raja Hayam Wuruk, amatlah sesuai yaitu agama Siwa-Wisnu. Menurut seorang ahli (Hoepermas), bahwa didekat berdirinya candi ini pernah berdiri candi berukuran lebih kecil (sekitar 8 meter persegi), namun bentuk keduanya sama. N.J. Krom memperkirakan bahwa bangunan candi tersebut semula dikelilingi oleh tembok yang berbentuk cincin.
Bangunan utama candi tersebut dari batu merah, sehingga akibatnya lebih cepat rusak. Atapnya diperkirakan terbuat dari kayu (sudah tidak ada bekasnya). Yang masih bisa dilihat tinggal bagian induk candi dengan ukuran sebagai berikut :
  • Panjang candi (9,1 m)
  • Tinggi Badan (5,43 m)
  • Tinggi keseluruhan (10 m)
  • Saubasemen (3,25 m)
  • Besar Tangga Luar (3,75 m)
  • Lebar Pintu Masuk (0,65 m)
  • Tinggi Undakan menuju Ruang Candi (2,47 m)
  • Ruang Dalam (2,4 m).

Relief

Relief pada Candi Ngetos terdapat empat buah, namun sekarang hanya tinggal satu, yang tiga telah hancur. Pigura-pigura pada saubasemennya (alasnya) juga sudah tidak ada. Di bagian atas dan bawah pigura dibatasi oleh loteng-loteng, terbagi dalam jendela-jendela kecil berhiaskan belah ketupat, tepinya tidak rata, atau menyerupai bentuk banji. Hal ini berbeda dengan bangunan bawahnya yang tidak ada piguranya, sedankan tepi bawahnya dihiasi dengan motif kelompok buah dan ornamen daun.
Di sebelah kanan dan kiri candi terdapat dua relung kecil yang di atasnya terdapat ornamen yang mengingatkan pada belalai makara. Namun jika diperhatikan lebih seksama, ternyata suatu bentuk spiralhorisontal, melingkari tubuh candi bagian atas. besar yang diperindah. Dindingnya terlihat kosong, tidak terdapat relief yang penting, hanya di atasnya terdapat motif daun yang melengkung ke bawah dan
Yang menarik, adalah motif kalanya yang amat besar, yaitu berukuran tinggi 2 x 1,8 meter. Kala tersebut masih utuh terletak disebelah selatan. Wajahnya menakutkan, dan ini menggambarkan bahwa kala tersebut mempunyi kewibawaan yang besar dan agaknya dipakai sebagai penolak bahaya. Motif kala semacam ini didapati hampir pada seluruh percandian di Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali. Motif ini sebenarnya berasal dari India, kemudian masuk Indonesia pada Zaman Hindu. Umumnya, di Indonesia motif semacam ini terdapat pada pintu-pintu muka suatu percandian.

 Arca Candi

Di Candi Ngetos sekarang ini tidak didapati lagi satu arcapun. Namun menurut penuturan beberapa penduduk yang dapat dipercaa, bahwa di dalam candi ini terdapat dua buah arca, paidon (tempat ludah) dan baki yang semuanya terbuat dari kuningan. Krom pernah mengatakan, bahwa di candi diketemukan sebuah arca Wisnu, yang kemudian disimpan di Kediri. Sedangkan yang lain tidak diketahui tempatnya. Meskipun demikian bisa dipastikan bahwa candi Ngetos bersifat Siwa-Wisnu, walaupun mungkin peranan arca Wisnu disini hanya sebagai arca pendamping. Sedangkan arca Siwa sebagai arca yang utama. Hal ini sama dengan arca Hari-Hara yang terdapat di Simping, Sumberjati yang berciri Wisnu.

Cerita Rakyat

Candi Ngetos, yang sekarang tinggal bangunan induknya yang sudah rusak itu, dibangun atas prakarsa raja Hayam Wuruk. Tujuan pembuatan candi ini sebagai tempat penyimpanan abu jenasahnya jika kelak wafat. Hayam Wuruk ingin dimakamkan di situ karena daerah Ngetos masih termasuk wilayah Majapahit yang menghadap Gunung Wilis, yang seakan-akan disamakan dengan Gunung Mahameru. Pembuatannya diserahkan pada pamannya Raja Ngatas Angin, yaitu Raden Condromowo, yang kemudian bergelar Raden Ngabei Selopurwotoo. Raja ini mempunyai seorang patih bernama Raden Bagus Condrogeni, yang pusat kepatihannya terletak disebelah barat Ngatas Angin, kira-kira berjarak 15 km.
Diceritakan, bahwa Raden Ngabei Selopurwoto mempunyai keponakan yang bernama Hayam Wuruk yang menjadi raja di Majapahit. Hayam Wuruk semasa hidup sering mengunjungi pamannya dan juga Candi Lor. Wasiatnya kemudian, nanti ketika Hayam Wuruk wafat, jenasahnya dibakar dan abunya disimpan di Candi Ngetos. Namun bukan pada candi yang sekarang ini, melainkan pada candi yang sekarang sudah tidak ada lagi.
Konon ceritanya pula, di Ngetos dulu terdapat dua buah candi yang bentuknya sama (kembar), sehingga mereka namakan Candi Tajum. Hanya bedanya, yang satu lebih besar dibanding lainnya. Krom juga berpendapat, bahwa disekitar candi Ngetos ini terdapat sebuah Paramasoeklapoera, tempat pemakaman Raja Hayam Wuruk. Mengenai kata Tajum dapat disamakan dengan Tajung, sebab huruf “ng” dapat berubah menjadi huruf “m” dengan tanpa berubah artinya. Misalnya Singha menjadi Simha dan akhirnya Sima. Hal ini sesuai dengan pendapat Soekmono yang menyatakan bahwa setelah Hayam Wuruk meninggal dunia, maka makamnya diletakkan di Tajung, daerah Berbek, Kediri.
Selanjutnya diceritakan, bahwa Raja Ngatas Angin R. Ngabei Selupurwoto mempunyai saudara di Kerajaan Bantar Angin Lodoyo (Blitar) bernama Prabu Klono Djatikusumo, yang kelas digantikan oleh Klono Joyoko. Raja-raja ini ditugaskan oleh Hayam Wuruk untuk membuat kompleks percandian. Raden Ngabai Selopurwoto di kompleks Ngatas Angin menugaskan Empu Sakti Supo (Empu Supo) untuk membuat kompleks percandian di Ngetos. Karena kesaktiannya maka dalam waktu yang tidak terlalu lama tugas tersebut dapat diselesaikan sesuai petunjuk.

Sabtu, 11 Mei 2013

Klenteng HOK YOE KIONG

Klenteng Hok Yoe Kiong merupakan klenteng untuk umat Tri Darma dan terletak pada kilometer 5 sebelum masuk kota Nganjuk, tepatnya Sukomoro, sebuah jalur penghubung antara Surabaya ke madiun ataupun sebaliknya. Di klenteng ini, selain sebagai tempat ibadah umat Tri Darma sehari-hari, juga selalu digunakan sebagai tempat berlangsungnya beberapa event penting yang berhubungan dengan kegiatan keagamaan umat Tri Darma seperti Cap Go Meh atau perayaan hari raya Cina.
Nganjuk